Edukasi / Dasar

Dasar

Beda peptide, protein, dan hormon

Beda peptide, protein, dan hormon

Tiga istilah ini sering tertukar karena diukur dengan dua penggaris yang berbeda. Peptide dan protein adalah kategori struktur, soal bentuk dan ukuran molekulnya. Hormon adalah kategori fungsi, soal tugasnya di dalam tubuh.

Karena sumbunya berbeda, satu molekul bisa masuk dua kategori sekaligus. Insulin adalah peptide sekaligus hormon. Kortisol adalah hormon tapi bukan peptide. Glutathione adalah peptide tapi bukan hormon.

Peptide dan protein: beda panjang rantai

Keduanya tersusun dari asam amino yang tersambung berurutan, dan yang membedakan hanya panjang rantainya. Rantai di bawah sekitar 50 asam amino umumnya disebut peptide, di atas itu umumnya disebut protein.

Batas itu konvensi penamaan, bukan garis biologis. Tidak ada yang berubah mendadak pada asam amino ke-51.

Hormon itu kategori tugas, bukan kategori bentuk

Hormon adalah molekul pembawa pesan. Dilepaskan oleh sel atau kelenjar, dibawa oleh sirkulasi, lalu menimbulkan respons pada sel target yang punya reseptornya. Definisinya berdasarkan peran, bukan berdasarkan bentuk.

Karena itu hormon terbagi dalam beberapa kelas kimia: hormon peptida dan protein seperti insulin, hormon steroid yang diturunkan dari kolesterol seperti kortisol, dan hormon turunan asam amino seperti hormon tiroid dan adrenalin.

Perbedaan bentuk ini juga menentukan cara kerjanya. Hormon peptida larut air dan bekerja lewat reseptor di permukaan sel, sedangkan hormon steroid larut lemak dan bisa masuk ke dalam sel untuk berikatan dengan reseptor di dalamnya.

Di mana ketiganya bertemu

Beberapa contoh membuat kerangkanya lebih jelas. Insulin, 51 asam amino, adalah peptide sekaligus hormon. Oksitosin, 9 asam amino, juga peptide sekaligus hormon. Hormon pertumbuhan manusia tersusun dari 191 asam amino, sehingga lazim disebut hormon protein.

Kortisol adalah hormon, tapi karena diturunkan dari kolesterol ia bukan peptide. Glutathione adalah tripeptida yang bekerja sebagai antioksidan di dalam sel, jadi peptide tapi bukan hormon, sebab ia tidak membawa pesan antar sel.

Ada juga peptide yang berasal dari fragmen hormon tanpa membawa efek hormonalnya, seperti yang dibahas di Selank vs Semax. Sebagian peptide lain bekerja di jalur hormon pertumbuhan, misalnya Ipamorelin.

Kenapa peptide umumnya tidak diminum

Rantai asam amino adalah sasaran alami enzim protease di lambung dan usus. Peptide yang ditelan dalam bentuk biasa umumnya sudah dipecah sebelum sempat masuk utuh ke aliran darah. Prinsip yang sama mendasari kenapa insulin tidak diberikan dalam bentuk telan biasa.

Ini juga alasan makan protein tidak sama dengan memasukkan satu peptide tertentu. Protein dari makanan diurai menjadi bahan mentah, bukan diteruskan sebagai pesan yang spesifik.

Apa artinya buat Anda

Berlabel peptide tidak berarti hormonal, dan berlabel hormon tidak berarti peptide. Dua peptide yang berbeda bisa bekerja di jalur yang sama sekali berbeda, jadi keduanya tidak bisa dianggap sepadan.

Sebagian peptide belum punya izin edar sebagai obat karena masih diteliti, dan sisi itu dibahas di apakah peptide legal di Indonesia. Sisi penggunaannya ada di apa itu peptide therapy, sedangkan alur sebelum mulai ada di cara kerja. Respons tiap orang berbeda, dan tidak ada yang dijamin.

Konsultasi dulu sebelum mulai

Kondisi dan tujuan tiap orang berbeda. Ceritakan kondisi Anda ke reseller resmi, lalu mereka bantu mempersempit pilihannya.

Peptide yang dibahas

Ada yang mau
ditanyakan?

Ceritakan kondisi dan tujuan Anda ke reseller resmi kami. Mereka bantu carikan langkah yang sesuai.

Lihat reseller resmi
Reseller