Apa itu uji HPLC dan LC-MS untuk kemurnian peptide

Angka kemurnian di CoA sering terlihat sederhana, misalnya dalam bentuk persentase. Namun angka itu tidak berdiri sendiri. Ia berasal dari metode pengujian tertentu, terikat pada satu nomor lot, dan perlu dibaca bersama informasi lain.
Kalau Anda baru mulai dari label vial, baca dulu panduan membaca label vial. Artikel ini melanjutkan bagian metode: bagaimana HPLC membaca kemurnian, dan bagaimana LC-MS membantu memastikan identitas molekul.
Kenapa kemurnian perlu diukur
Kemurnian peptide tidak cukup hanya dinyatakan sebagai klaim. Sampel perlu diuji karena proses produksi bisa menyisakan komponen lain, misalnya fragmen peptide yang tidak lengkap, senyawa mirip, atau impuritas yang ikut terbaca dalam analisis.
Di situs ini, angka lab per lot bisa dilihat dari halaman katalog masing-masing produk. Angka tersebut menjelaskan lot yang diuji, bukan semua vial dengan nomor lot berbeda.
HPLC: memisahkan dulu, baru menghitung
HPLC, atau high performance liquid chromatography, bekerja dengan melewatkan sampel melalui kolom. Komponen yang berbeda akan keluar pada waktu berbeda. Detektor lalu mencatat sinyalnya sebagai deretan puncak dalam kromatogram.
Pada pengujian peptide, detektor UV umumnya membaca di sekitar 214 nm karena ikatan peptida menyerap kuat di area itu. Sebagian residu asam amino aromatik juga bisa terlihat di sekitar 280 nm, tetapi 214 nm sering menjadi titik baca utama untuk peptide.
Angka persen berasal dari luas area
Kemurnian HPLC adalah perbandingan luas area, bukan berat. Rumus sederhananya: luas puncak target dibagi total luas seluruh puncak yang terdeteksi, lalu dikali 100.
Karena itu angka kemurnian tinggi tidak otomatis menjawab berapa banyak isi vial. Ia menjawab seberapa dominan puncak target dibanding puncak lain dalam kondisi pengujian tersebut. Pertanyaan tentang isi, label, dan nomor lot tetap perlu dibaca sebagai informasi terpisah.
LC-MS memastikan molekulnya
HPLC memisahkan komponen, tetapi tidak cukup untuk membuktikan identitas. Puncak dominan hanya menunjukkan ada satu komponen yang paling besar sinyalnya. Untuk memastikan apakah komponen itu benar molekul yang dimaksud, laboratorium memakai LC-MS.
LC-MS mencocokkan massa molekul terukur dengan massa yang diharapkan dari sekuens peptide. Ini penting karena purity tanpa identity masih menyisakan celah, misalnya senyawa yang mirip atau sekuens yang keliru.
Yang tetap tidak dijawab CoA
Menurut FAQ Bio Advance, factory kami mengirimkan sampel ke laboratorium independen di Amerika Serikat. Metode yang dipakai adalah HPLC-UV untuk mengukur kemurnian dan LC-MS untuk mengonfirmasi identitas. Pada pengujian Juli 2026, lot yang memiliki CoA berada di kisaran 99,3% hingga 99,99%, dengan angka per lot ditampilkan di halaman produk masing-masing.
Hasil uji tetap terikat pada lot dan waktu pengujian. Kondisi penyimpanan setelah produksi juga punya konteks sendiri, yang dibahas di artikel cold storage. Selain itu, hasil lab bukan izin edar. Untuk peptide yang masih dalam tahap penelitian, status regulasi tetap berbeda dari hasil uji bahan. Respons tiap orang juga berbeda, jadi tidak ada hasil yang bisa dijamin.
Bicarakan dulu sebelum mulai
Tiap kondisi berbeda, jadi sebaiknya dibicarakan langsung. Ceritakan kebutuhan Anda ke reseller resmi, lalu mereka bantu jelaskan pilihannya.
